Program Studi Ilmu Pertanian Program Doktor Gelar Pelatihan Inovatif: Prebiotik MOS, Solusi Alami Pengganti Antibiotik untuk Ayam KUB

Jambi, 16 September 2025

Program Studi Ilmu Pertanian Program Doktor dengan bangga menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) yang berfokus pada peningkatan praktik peternakan berkelanjutan. Kegiatan yang bertajuk “PELATIHAN PEMANFAATAN PREBIOTIK MOS SEBAGAI PENGGANTI ANTIBIOTIK DALAM PEMELIHARAAN AYAM KUB” ini sukses dilaksanakan di Kelompok Tani Maju Jaya, Desa Muntialo. Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Mengapa Prebiotik MOS?

Penggunaan Antibiotic Growth Promoters (AGP) pada peternakan seringkali menimbulkan kekhawatiran terkait resistensi antibiotik pada manusia. Menanggapi isu penting ini, tim PkM yang terdiri dari Dr. Ir. Mairizal, M.Si selaku ketua Tim memperkenalkan solusi yang lebih aman dan alami yaitu dengan memanfaatkan prebiotik Mannan Oligosakarida (MOS).

MOS bekerja dengan cara mendukung pertumbuhan bakteri baik dalam saluran pencernaan ayam, sehingga meningkatkan kesehatan usus dan daya tahan tubuh secara keseluruhan.  Dengan kesehatan usus yang optimal, ayam dapat menyerap nutrisi lebih baik, menghasilkan pertumbuhan yang efisien tanpa perlu mengandalkan antibiotik.

Fokus Pelatihan: Praktik Langsung pada Ayam KUB

Pelatihan ini secara spesifik menargetkan pemeliharaan Ayam KUB (Kampung Unggul Balitnak), jenis ayam kampung unggulan yang populer di Indonesia. Tim PkM memberikan materi yang komprehensif, meliputi:

  1. Pengenalan Prinsip Dasar Prebiotik dan Manfaatnya bagi kesehatan dan produktivitas ayam.
  2. Teknik Aplikasi dan Dosis Pemberian MOS yang tepat dalam pakan atau air minum.
  3. Evaluasi Efektivitas MOS secara sederhana (misalnya, mengamati tingkat konsumsi pakan, kesehatan ternak, dan pertambahan bobot harian).

Para anggota Kelompok Tani Maju Jaya menunjukkan antusiasme yang tinggi, berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab dan praktik langsung. Mereka kini memiliki pengetahuan dan keterampilan praktis untuk mengadopsi sistem peternakan yang lebih sehat, alami, dan ekonomis.

 

Dampak dan Harapan ke Depan

Kegiatan PkM ini tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi dan kesehatan bagi masyarakat:

  • Peningkatan Keuntungan: Mengurangi biaya pembelian antibiotik dan meningkatkan efisiensi pakan, yang pada akhirnya meningkatkan keuntungan peternak.
  • Keamanan Pangan: Menghasilkan produk ayam (daging dan telur) yang lebih aman karena bebas dari residu antibiotik.
  • Mendukung Program Pemerintah: Turut serta dalam upaya nasional untuk mengurangi resistensi antibiotik.

“Kami berharap, pelatihan ini menjadi titik awal bagi Kelompok Tani Maju Jaya dan desa-desa lain di sekitarnya untuk bertransisi sepenuhnya menuju peternakan berkelanjutan,” ujar Dr. Ir. Mairizal, M.Si.

Program Studi Ilmu Pertanian Program Doktor berkomitmen untuk terus berinovasi dan berkontribusi melalui kegiatan PkM yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Nantikan kegiatan kami selanjutnya! (Mairizal)